ne-cl

Kisah Ne & Cl

Senyum menawan yang jelas terukir di bibir manismu
Kau bagaikan golongan gas mulia yang memenuhi aturan duplet atau oktet
Begitu sempurna
Ketika aku bertemu dengan mu
Jantung ku berdegub 3 kali lebih kencang
Bagaikan amonium dikromat yang mudah meledak

Sial! Jelas saja dia menghidar dari ku tadi, tubuhku bau asam. Seharusnya aku mandi dulu tadi. Aku menyesal. Dia pasti marah. Aku harus bagaimana?
Padahal penampilanku tadi nyaris sempurna. Rambut ditata layaknya rambut Logen Lerman. Oh baiklah, itu Logan bukan Logen. Celana jeans hitam, baju bergambar tengkorak (toxic) kesayanganku. Tapi bau badanku yang sangat tidak mendukung.
Ketika aku bertemu dengannya tadi jantungku sudah mulai meledak-ledak layaknya reaksi amonium dikromat. Tetapi seketika jantungku berhenti berdetak ketika dia mengatakan, “Badanmu bau asam. Kau tidak mandi apa kau mandi dengan asam sulfat sih? Sampai tanganku hampir meleleh ketika hendak menjabat tanganmu”. Aku sangat malu ketika itu. Entahlah, dia seperti menghinaku. Tapi anehnya aku tidak membencinya. Malah aku semakin larut dalam pesonanya.
Aku harus membuat janji lagi dengannya. Dan aku tidak akan mengecewakannya lagi, aku akan mandi.

Sesempurna itu dirimu
Hingga ku merasa bahwa tidak mungkin untuk aku
Berikatan dengan mu
Tapi pesonamu yang memabukkan
Membuat aku larut semakin dalam
Hingga aku hilang kewarasan

“Apakah badanku bau asam, Ne?” aku bertanya pada Neon McKript. Yang secara harfiah adalah gebetanku. Ya, dia anak pengusaha sukses yang bernama Michael Kripton. Keluarga McKript termasuk salah satu keluarga terkaya di blok p. Sedangkan aku? Sebut saja aku miskin.
“Tidak. Wangi parfum mu bahkan memabukkanku. Pasti mahal?”
“Ah, tidak. Aku membeli di tukang jual keliling, Pak Boron”
“Oh” jawabnya singkat seperti tak menyukai bahwa aku membeli parfum murahan di Pak Boron. Tapi bukankah wanginya memabukkan Ne? “Kau ingin mengatakan apa? Aku tidak punya banyak waktu”
Baiklah, ini saatnya. “Begini Ne, kau wanita dan aku lelaki”
“Aku tau itu Klor Ha Logen”
“Ya. bukankah seorang wanita dengan lelaki diciptakan berpasang-pasangan?”
“Betul. Lalu?”
“Ketika aku bertemu denganmu, jantungku berdegub 3 kali lebih kencang daripada biasanya. Aku tak tahu mengapa. Mungkin ini yang disebut cinta? Reaksi antara hati dengan hati? Bagiku kau sangat sempurna. Aku sudah lama merasakan deguban itu. Aku ingin larut dalam kasih sayangmu. Aku akan menjadi elektron yang selalu mengelilingi mu. Tapi aku berjanji, aku tidak akan menjadi elektron positif. Aku tidak akan meninggalkanmu”
“Jadi?”
“Maukah kau berikatan (menikah) denganku?”
“Maaf Klor. Bukan aku tak menghargai perasaanmu. Tapi, kita itu jauh berbeda”
“Bukankah perbedaan itu indah?”
“Aku tahu. Tapi, kita tidak diciptakan untuk bersama. Kau tahu ayahku bagaikan alkohol dan kloroform, mudah terbakar dan berbahaya? Aku.. aku tidak bisa. Maafkan aku”
“Aku akan coba untuk melelehkan hati ayahmu”
“Kau pikir hati ayahku lilin yang bisa kau lelehkan!? Kau menghina ayahku! Dasar pipet gondok!” (pergi)
“Waduh. Gondokan dong gue” (Tepuk jidat) “Ne, tunggu Ne. Jangan pergi. Bukan maksud menghina ayahmu, itu sebagai perumpamaan” (meraih tangan Ne)
“Lepaskan! Tangan mu berkorosif”
“What the.. hey! Kau menghinaku! Dasar Muffle!”
“Apa? Kau mengataiku Muffle? Kau pikir aku gendut? Buka matamu!”
“Aku tidak perduli” aku pun berbalik badan dan melipat tangan di dada. Aku kesal! Setelah beberapa menit berlalu, keadaan menjadi sunyi. Aku pun penasaran dan bingung. Aku membalikkan badan kembali dan ternyata Ne sudah tidak ada. Sial!

Ku rancang skenario baru. Aku akan bersabar menghadapinya, pasti kali ini berhasil. Ku tekan keypad handphone ku, mencari nomor telepon Ne. Ketemu!
Calling Neon McKript +6282228181882
On the phone
Ne    : “Hallo”
Klor : “Hi. Ah, Ne. Bisakah kita bertemu lagi?”
Ne    : “Untuk apa? Kau mau menghinaku lagi?”
Klor : “Tidak, Ne. Lupakan soal kemarin. Maafkan aku. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu”
Ne   : “Baiklah, kita bertemu di tempat kemarin”
Call ended

Banyak cara salah yang kugunakan
Layaknya aku mencampurkan hidrogen dengan oksigen
Dan menyulutnya dengan api
Sungguh, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan
Mungkinkah aku harus membuat konfigurasi elektron?
Agar semua bisa jelas?
Ku mohon kau mengerti diriku wahai cinta

Sore ini aku sedang bersama dengan Ne. Duduk di atas pipet tetes di taman Laboratorium. Kami berkomunikasi cukup baik dan santai. Tidak ada acara menghina satu sama lain. Ku genggam tangan Ne dan menciumnya lembut.
“Ne. Aku punya pantun untukmu” kataku lembut. Ia pun membalasnya dengan anggukan dan senyum manis. “Begini pantunnya,
Peran kimia dalam kehidupan
Begitu penting bagi kita
Wahai wanita idaman
Bolehkah hatimu ku pinta?”
“Haha. Buruk sekali pantun mu Klor”
“Jujur, aku tak bisa berpantun” aku menundukan kepala. Aku malu!
“Buku kimia ada di Lulu
Satu proton menjadi layu
Tidak perlu kau malu
Aku pun sama sepertimu“
“Ah, tidak. Kau bahkan lebih buruk, Ne. Haha” kami berdua pun tertawa terbahak-bahak tanpa memperhatikan orbital di taman Laboratorium. Kami begitu konyol.

“Apa? Kau keluarga Ha Logen? Kau tahu kami siapa?” tanya Mr. McKript ketika aku berada di rumah Ne untuk melamarnya. Nada bicaranya terdengar tidak suka dengan ku. “Kami keluarga McKript! Keluarga sempurna yang sangat tidak pantas untuk berdampingan dengan keluarga Ha Logen. Kau mengerti?”
“Aku mengerti, Om. Tapi, apa hanya karena derajat kami tidak bisa berikatan?”
“Apa aku perlu memanggil Raja Henry G. J. Moseley untuk membacakan peraturan di negeri Periodik Unsur?” aku menggeleng. “Kami itu bagaikan gas mulia dan kau gas cacat!”
Cacat? Apakah Mr. McKript baru saja mengatakan keluargaku cacat? Seketika emosiku meledak aku bangkit berdiri.
“Asal Om tahu! Kami memang bukan keluarga kaya yang sederajat dengan kalian, tapi kalian tidak boleh seenaknya menginjak kami. Kami tidak cacat! Terima kasih atas hinaannya” aku tersenyum dan melangkahkan kaki ku keluar dari rumah nomor 8 A ini.
Jadi, begini kah kisah cintaku? Cintaku pada Neon? Kami tidak bisa bersatu? Menyedihkan sekali. Lalu, siapakah jodohku? Aku ingin sekali menyeburkan diri dalam kubangan di danau benzena. Peliknya kisah cintaku. Sepelik rumus Planck atau bahkan sepelik sistem periodik Mendeleyev.

>